Pemkab Touna Gelar Gerakan Tanam Padi Serentak di Lokasi Cetak Sawah Rakyat Desa Lemoro

Politik, Touna13 Dilihat

TOUNA – Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) mengikuti kegiatan Percepatan Tanam di Lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) seluas 10.000 hektar yang dilaksanakan secara serentak di 16 provinsi oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan tersebut dipusatkan secara nasional di Kalimantan Selatan, sementara di Kabupaten Touna pelaksanaannya berlangsung  di lokasi CSR Desa Lemoro, Kecamatan Tojo.

Pada kegiatan itu, Bupati Touna, lham Lawidu diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Moh. Asrar M. Ali didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kabupaten Touna, Albar Amir.

Turut hadir Anggota DPRD Touna, Sahrul Abdulah, Camat Tojo Zaman Mojo, Danramil 1307-04 Tojo Kapten Inf Safaruddin dan Ka Subsektor Tojo Barat Aiptu Muhammad Ardi.

Bupati dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Moh. Asrar M. Ali menegaskan bahwa program ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan produksi pangan serta menjamin ketersediaan stok pangan yang cukup, aman, dan terjangkau bagi masyarakat.

“Program ini harus menjadi gerakan bersama, bukan sekadar kegiatan seremonial. Setelah kegiatan gerakan tanam serentak ini, pendampingan harus berjalan terus,” ujarnya.

Ia mengatakan, Pemerintah dalam pengembangan sektor pertanian tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemiskinan, dan menjaga keseimbangan lingkungan.

“Penyuluh dan tenaga teknis agar aktif memastikan teknologi pertanian diterapkan, mulai dari olah tanah, penggunaan benih unggul, hingga pemupukan berimbang,” terangnya.

Ia berharap melalui kegiatan cetak sawah dan tanam serentak ini dapat meningkatkan luas lahan produksi yang berdampak langsung terhadap penguatan cadangan pangan nasional dan kesejahteraan petani.

“Untuk itu, kami berharap para kelompok tani dapat menjaga semangat gotong royong serta memanfaatkan lahan yang tersedia secara optimal dan bertanggung jawab,” pintanya.

“Pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan sarana prasarana, termasuk akses pupuk, alat mesin pertanian, serta pembinaan pascapanen agar nilai jual petani lebih tinggi,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *